Inikah Umat-Mu Wahai Nabiku

Begitu jauh jaraknya dari-Mu kami hadir

Samar-samar mendengar sabda-Mu

Ditengah bisingnya deru kehidupan

Bisingnya zaman modernisasi

Dimana gaung adzan tenggelam dalam hingar bingarnya

Mesin-mesin di pabrik, musik, klakson kendaraan di jalan

Inilah umat-Mu wahai nabiku

Yang nyaris kehilangan arah

Bukan lantaran jarak-Mu yang begitu jauh

Tapi karena telinga, mata dan hati kami

Belum lagi terbasuh air wudlu dengan sempurna

Inilah umat-Mu wahai nabiku

Yang berserakan dan tercabik-cabik

Bahkan saling mencakar

Saling menumpahkan darah

Bukan lantaran jarak yang teramat jauh dari-Mu

Tapi karena iman ini telah begitu tipisnya

Jiwa ini telah begitu rapuhnya

Bagai kapas yang beterbangan terbawa angin zaman

Bagaikan layang-layang juga gugurnya dedaunan.