Bulan muharram adalah awal bulan hijriyyah. bulan ini mengingatkan kepada kita akan keteguhan dan ketegaran dakwah Rosululloh beserta kaum muhajirin yang dengan ikhlas menjalankan perintah Alloh untuk hijrah dari makkah ke madinah.

Hijrah merupakan peristiwa penting dan titik pangkal perubahan tarikh jazirah arab dan peradaban manusia secara globlal serta langkah awal kejayaan umat islam. itulah sebabnya khalifah umar bin khattab menetapkan peristiwa hijrah sebagai awal penanggalan islam. beliau berkata : sesungguhnya hijrahnya Rosululloh adalah pemisah antara yang haq dan yang batil.

Hijrah bukan berarti bahwa Rosululloh tidak berhasil dalam menjalankan dakwahnya di makkah, dan tidak boleh di yakini bahwa Rosululloh hijrah karena takut atau lari dari tekanan dan intimidasi kaum kafir quraisy. Bukankah Alloh memberinya kekuatan sepadan dengan 40 orang laki-laki yang perkasa?

Keteguhan dan keberanian Rosululloh ini dicerminkan dalam perkataan beliau kepada pamannya yaitu Abu thalib : ” Demi Alloh wahai paman ku, seandainya mereka meletakkan matahari di tangan kanan ku dan bulan di tangan kiri ku agar aku tinggalkan dakwah ini,maka tidaklah akan aku tinggalkan dakwah ini sampai Alloh menampakkan kemenangan atau aku mati karenanya ”.

Rosululloh hijrah dari makkah ke madinah karena menjalankan perintah Allah. Rosululloh bersabda : ” Aku diperintah untuk hijrah mendatangi suatu daerah yang akan meluas ke kota-kota lain yaitu thaybah ( madinah ) ”.

Sinar kegembiraan tampak pada sebagian penduduk madinah atas kedatangan Rosululloh. Beliau datang dengan membawa kesejukan hati,mengubah yatsrib dengan madinah yang berarti kota.
Madinah yang merupakan lambang peradaban jazirah arab dikala itu adalah cerminan dari masyarakat madinah yang sebenarnya. Rosululloh mempererat hubungan antara kaum anshor dan muhajirin dengan ikatan tali ukhuwah (persaudaraan) atas dasar agama,sehingga mereka bagaikan satu bangunan kokoh yang saling memperkuat antara satu dengan lainnya.

Mereka lebih mementingkan kepentingan orang lain diatas kepentingan pribadi, dengan hanya mengharap pahala dari Alloh semata.

Keikhlasan,kegigihan dan taqwa lebih mengedepankan kepentingan agama dari pada kepentingan diri sendiri, kesemuanya inilah yang mengantarkan keindahan nilai-nilai keagungan islam kepada kita dan umat islam di seluruh belahan dunia.
Suri tauladan inilah yang seharusnya kita contoh dan kita amalkan dalam konteks kehidupan di dunia menuju kehidupan akhirat yang kekal dan abadi.