Perayaan maulid nabi muhammad yang sudah menjadi tradisi umat islam di seluruh penjuru dunia pada setiap datangnya bulan Rabi’ul awwal yang di rintis pertama kali oleh raja sholih al-mudzaffar abu sa’id kaukabari pada permulaan abad ke-6 hijriyyah adalah suatu amalan yang baik, dengan catatan perayaan tersebut terhindar dari bid’ah-bid’ah sayyiah yang di cela syara’.

Hendaklah diketahui,bahwa menghalalkan sesuatu dan mengharamkannya adalah tugas seorang mujtahid seperti imam hanafi,imam malik,imam syafi’i dan imam hanbali. tidak setiap orang yang telah mampu menulis sebuah kitab dapat mengambil tugas para imam mujtahid dari kalangan ulama salaf tersebut, sehingga dengan beraninya berfatwa menghalalkan ini dan mengharamkan itu tanpa merujuk pada qoul (perkataan) para imam mujtahid.

Maka barang siapa mengharamkan menyebut nama Alloh (dzikrullah) dan memuji Rosululloh serta sifat-sifat mulia beliau pada hari kelahiran beliau hanya dengan alasan bahwa Rosululloh tidak pernah melakukannya,coba kita tanyakan padanya : apakah mereka juga mengharamkan dibuatnya mihrab-mihrab yang ada di semua masjid? dan apakah mereka juga mengharamkan kodifikasi alqur’an dalam satu mushaf serta pemberian tanda titik dalam alqur’an hanya dengan alasan bahwa Rosululloh tidak pernah melakukannya?, jika demikain mereka telah mempersempit keluasan yang telah Alloh berikan kepada hambanya untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang belum pernah ada pada masa Rosululloh.

Al-hafidz ibnu hajar al-asqolani (ulama hadis) mengatakan ” mengadakan peringatan maulid nabi adalah bid’ah hasanah ”. pendapat yang sama juga dikatakan oleh al-hafidz al-iraqi,al-hafidz as-suyuthi,ibnu hajar al-haitami,imam nawawi dan masih banyak ulama yang lain. dengan demikian,fatwa yang mengatakan bahwa maulid nabi adalah bid’ah yang sesat itu sama sekali tidak berdasar dan menentang fatwa para ulama ahlus sunnah wal jama’ah.

Catatan.

Imam suyuthi berkomentar dalam kitab al-hawi : tata cara dalam peringatan maulid nabi adalah mengumpulkan orang-orang,membaca sholawat lalu menghidangkan makanan untuk di makan bersama.