Ziarah kubur hukumnya tidak haram, bahkan sunnah bagi laki-laki & makruh bagi wanita kecuali jika wanita tersebut berziarah ke makam nabi muhammad,para ulama atau para auliya,maka tetap sunnah bagi wanita. dan yang sangat di anjurkan bagi kita yaitu berziarah ke makam kedua orang tua atau kerabat kita.

Dulu rosulullah melarang untuk berziarah kubur karena di takutkan akan sesatnya akidah masyarakat yang masih lemah imannya kala itu,di takutkan mereka akan meminta kepada mayat,bukan kepada Allah. bukankah rosulullah juga pernah berziarah ke makam ibunya (Aminah) dan ke makam istri beliau khadijah R.A?

Rosulullah bersabda ” Dulu saya melarang kalian berziarah kubur,sekarang berziarahlah,karena ziarah itu mengingatkan kalian pada akhirat ”. dan ada juga hadis ” barang siapa yang berziarah ke makam ke dua orang tua nya atau salah satu dari orang tua nya,maka Allah akan mengampuni dosanya dan orang tersebut tergolong beramal birrul walidain (berbakti kepada kedua orang tua).

Adapun mengenai tahlil hukumnya juga tidak haram, Aisyah R.A pernah bertanya pada Rosulullah,” ya Rasulullah, apakah makanan orang mukmin di saat itu? (zaman kelaparan di masa dajjal & paceklik tahun ketiga). Nabi menjawab,” Tasbih,tahmid & tahlil ” (lihat dalam kitab fafirruu ilalloh). dan ada juga hadis nabawi ” sesungguhnya mayit dalam kubur itu bagaikan orang yang tenggelam di laut yang menunggu pertolongan dari anak atau saudara atau temannya,maka saat dia mendapat pertolongan itu,maka pertolongan itu lebih di sukai olehnya dari pada dunia dan seisinya ”. dan ada juga hadis nabawi,” saat manusia meninggal,maka putuslah semua amalnya kecali tiga perkara : 1. sodaqoh jariyah, 2. ilmu yang bermanfaat, 3. anak sholih yang mau mendoakannya ”.

Bagi mereka yang mengharamkan tahlil, berbeda-beda alasannya. Ada yang berkata bahwa yang haram adalah ayat yang dibaca. Sekarang kami tanya : apa alasan mereka mengharamkan ayat? padahal yang di baca adalah ayat Al-Qur’an?

Ada juga dari mereka yang berkata : Yang haram bukan sebab ayat yang di baca, tapi tahlil itu haram sebab mendoakan orang mati.

Sekarang kami berikan sedikit panjelasan pada mereka, jika mereka ngotot tahlil haram karena mendoakn orang mati :

A. Membaca sholawat adalah mendoakan orang mati. Apa mereka akan mengharamkan sholawat, padahal dalam Al-Qur’an itu sholawat di perintahkan.

B. Sholat jenazah itu juga mendoakan orang mati. Apa mereka akan mengharamkan sholat jenazah padahal Nabi Muhammad juga melakukan sholat jenazah? Apa mereka akan tetap mengharamkan, padahal sholat jenazah adalah fardlu kifayah?

C. Coba mereka buka kitab shohih muslim, bab sodaqoh, disana ada hadis yang menerangkan
bahwa ada seorang wanita yang menemui Rosululloh, Lalu wanita itu bertanya : Wahai rosululloh, saya punya ibu, namun beliau telah wafat. Jika saya bersedekah atas nama ibu saya, apakah ibu saya mendapat pahala? Rosululloh menjawab : Ya, Ibu mu mendapat Pahala.
Inilah sebagian bukti bahwa amal orang yang masih hidup itu bisa bermanfaat bagi mereka yang telah Wafat.

Imam nawawi berkata dalam kitab Al adzkar ” para ulama sepakat bahwa doa kepada mayit itu bermanfaat & pahala doanya itu sampai kepada mayit ”. sedangkan ayat Al qur’an yang berupa ” dan sesungguhnya manusia itu tidak mendapatkan kecuali atas apa yang telah dia usahakan ”,ayat itu di tujukan kepada orang kafir & sebenarnya ayat tersebut di mansukh (di rusak) dengan ayat lain,jadi ayat ini sama sekali tidak bisa di jadikan hujjah atas keharaman Tahlil. lihat dalam kitab kasyfut tabarih. Wallahu A’lam bisshowab.