Alloh berfiman : ” sesungguhnya yang paling mulia diantara kalian menurut Alloh adalah yang paling bertaqwa diantara kalian ”. Ayat ini menjelaskan bahwa keutamaan di sisi Alloh adalah tergantung pada nilai ketaqwaan.
Taqwa adalah mulazamah at-tho’ah (istiqomah dalam ketaatan), dengan menjalankan kewajiban dan menjauhi larangan. Maka orang yang bertaqwa itulah orang yang paling mulia menurut Alloh.

Rosululloh SAW adalah makhluk yang paling mulia karena beliau adalah makhluk yang paling bertaqwa dan paling takut kepada Alloh. Taqwa bersumber dari hati yang kemudian mengalir keseluruh anggota badan. Karena hati bagaikan raja bagi anggota badan yang lainnya.

Sebagaimana seorang raja yang mengatur urusan rakyatnya, begitu juga hati yang mengatur urusan badan. dialah yang mengatur pendengaran dan gerak kedua tangan. begitu juga lisan,hanya mrngungkapkan sesuatu yang terbersit didalam hati. demikian pula kemaluan, apabila hati melepaskannya pada perbuatan haram, maka ia akan melakukannya, apabila hati mencegahnya dari perbuatan haram,pasti dia akan menghindarinya.

Sebagaimana telah disabdakan oleh rosululloh : ” didalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, jika dia baik,maka akan baik pula seluruh anggota tubuhnya dan jika dia buruk,maka buruk pula seluruh anggota tubuhnya. ketahuilah, dia adalah hati ”.
Oleh karena itu, Rosululloh adalah sosok pribadi yang penuh dengan khouf (takut), mahabbah (cinta) dan takdzim (pengagungan) kepada Alloh yang tidak di miliki oleh manusia lain, bahkan malaikat muqorrobin sekalipun.

Kemuliaan,bukan karena lamanya seseorang dalam beribadah, akan tetapi dikarenakan rasa takut yang ada didalam hati. sesuai kadar khosyyah (takut) yang ada pada hati seseorang,disitulah kadar kemuliaan dan ketaqwaannya. dalam hadis shohih yang lainnya juga terdapat penjelasan tentang keutamaan taqwa. disebutkan dalam shohih ibnu hibban dari riwayat ibnu abdillah al-anshori bahwasanya dia berkata : Rosululloh bersabda ” sesungguhnya manusia yang paling dekat dengan ku adalah orang-orang yang bertaqwa, siapapun mereka dan dari manapun mereka “.

Dalam kesempatan lain, Rosululloh juga berkata ” Iman itu telanjang dan pakaiannya adalah taqwa ” (alhadis). Bukan ukuran kemuliaan karena mempunyai nasab yang dekat dengan rosululloh,akan tatapi kedekatan maknawi dengan rosululloh adalah jika seseorang itu beriman dan bertaqwa dimanapun dia berada,entah di ujung timur ata belahan bumi bagian barat.

Jadi, jelas dari makna ayat diatas dan hadis-hadis shohih tadi, bahwa kemuliaan menurut Alloh adalah berdasarkan mulazamah tho’ah (istiqomah dalam ketaatan kepada Alloh), namun seandainya ketaqwaan bertemu dengan kemuliaan nasab,maka itu adalah salah satu anugerah Allah kepada hambanya.