Tanggal 10 Dzul Hijjah adalah hari yang sangat agung dan penuh kegembiraan bagi umat Islam di seluruh penjuru dunia. Pada hari ini, Islam sangat menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amal kebaikan seperti silaturrahim,menyembelih qurban dan lain-lain.

Allah SWT sangat menyukai amal sholih yang dilakukan seorang muslim pada hari ini dan melipat gandakan pahalanya dari pada hari-hari biasa,sebagai mana sabda Rosululloh;” tiada hari dimana amal sholih di dalamnya lebih di cintai oleh Allah dari hari-hari ini (10 hari pertama dzul hijjah) ” (HR. Bukhari).
Pada hari Idul adha dan tiga hari setelahnya (hari tasyriq) yaitu tanggal 11,12,13 dzul hijjah, umat Islam disunnahkan menyembelih qurban.

Berqurban adalah salah satu syi’ar Islam yang mencerminkan sisi sosial,santun dan kasih sayang terhadap sesama manusia. Disamping bahwa berqurban adalah perbuatan sunnah yang di syari’atkan oleh Rosululloh bagi umatnya,yang kelak setiap tetesan darah,bahkan kotoran hingga setiap bulu hewan yang diqurbankan akan menjadi kebaikan di akhirat nanti.

Al hajjul akbar (haji besar) adalah nama lain dari Idul adha,sebab sebagian besar manasik haji itu di laksanakan pada hari ini. Diantara manasik haji yang dilaksanakan pada tanggal 10 dzul hijjah adalah thawaf,mencukur rambut dan melempar jumroh Aqabah.

Dengan demikian, anggapan bahwa Al-hajjul akbar adalah hari arafah yang bertepatan dengan hari jum’at adalah anggapan yang keliru. Karena Al-hajjul akbar adalah Idul adha itu sendiri.
Sholat Idul adha hukumnya sunnah,dilakukan dua raka’at dan disunnahkan dilakukan secara berjama’ah serta disunnahkan juga dua khutbah setelah sholat Idul adha.
Waktu sholat idul adha dimulai sejak terbitnya matahari pada hari itu sampai tergelincirnya matahari (masuk waktu sholat dzuhur). Disunnahkan mengakhirkan sholat idul adha sampai matahari naik kira-kira satu tombak setelah matahari terbit.

cara pelaksanaan sholat idul adha itu sama seperti sholat pada umumnya,hanya saja pada raka’at pertama di sunnahkan membaca takbir 7x selain takbiratul ihrom,lalu membaca al-fatihah kemudian surat al-a’la. pada raka’at kedua,membaca takbir 5x selain takbir bangun dari sujud,lalu membaca al-fatihah kemudian surat al-ghasyiyah. meskipun sunnah,tetapi bagi orang yang tidak bisa mengerjakan pada waktunya, orang tersebut bisa mengqodlo’ di luar waktunya. Namun,yang namanya sholat qodlo’ dan sholat ada’ (mengerjakan sholat dalam waktunya) tentu lebih utama sholat ada’.